Belum berhenti menekuni dunia tepok bulu, namun Taufik Hidayat terus berkarya untuk ikut membina perbulutangkisan nasional. Wujudnya adalah dengan mendirikan pusat pelatihan atau akademi yang bertajuk Taufik Hidayat Arena.
“Taufik Hidayat Arena adalah bentuk dedikasi saya terhadap perbulutangkisan Indonesia. Lewat ajang ini kami berharap akselerasi regenerasi pemain bisa dipercepat. Dari tempat inilah semoga lahir pemain-pemain potensial untuk kelak disumbangkan untuk membela tim nasional,” sebut Taufik.
Acara peletakan batu pertama (groundbreaking ceremony) Taufik Hidayat Arena berlangsung Rabu (30/6) di Jl. PKP No. 8, Kiwi Raya, Kelapa Dua Wetan, Kel. Cibubur, Kec. Ciracas, Jakarta Timur. Ketua KONI Rita Subowo, Ketua PB Djoko Santoso, mantan Ketua KONI Agum Gumelar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menneg PP-PA), Linda Agum Gumelar yang juga mertua Taufik, serta Taufik dan istri, Amy Gumelar, menekan tanda pembangunan lewat peletakan batu pertama.
Hadir pula dalam kesempatan itu, kedua orangtua Taufik, Aris Haris dan Enok Dartilah. “saya pun bangga. Ternyata mimpi taufik untuk mendirikan sebuah akademi pelatihan mulai terwujud,” ujar Aris.
Gedung Taufik Hidayat Arena nantinya berdiri di atas lahan sekitar 6.600 meter persegi dan diharapkan selesai tahun depan. Gedung ini nantinya akan dilengkapi delapan lapangan bulu tangkis beserta tribun penonton, dormitory (asrama) dan dormitory lounge, gym, medic/physio room, café. Selain itu, masih ada Taufik Hidayat Gallery, ruang konferensi dan audio/visual, internet lounge, serta lapangan futsal.
Acara peletakan batu pertama Taufik Hidayat Arena ini bisa disebut sebagai momen bersejarah bagi peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 dan juga seluruh insan bulu tangkis Indonesia. Mimpi besar ayah dua anak ini untuk segera memiliki fasilitas layaknya akademi bulu tangkis segera terwujud.
“Saya mempersembahkan gedung ini untuk Indonesia. Jadikanlah Taufik Hidayat Arena ini sebagai salah satu aset yang dapat digunakan untuk mencetak gereasi berprestasi di masa datang. Saya dan tim akan bekerja setiap hari tanpa henti untuk Taufik Hidayat Arena,” tegas Taufik.
Ketua KONI Rita subowo pun sangat mendukung ide peraih enam kali gelar juara turnamen bulu tangkis Indonesia Terbuka ini. Pembangunan Taufik Hidayat Arena ini diharapkan bisa mendukung prestasi bulu tangkis Indonesia yang belakangan ini menurun.
“Kita semua mengenal Taufik Hidayat sebagai sosok yang telah banyak mengukir prestasi bagi bulu tangkis Indonesia. Mudah-mudahan dnegan berdirinya Taufik Hidayat Arena ini dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan olahraga di Indonesia,” kata Rita.
Sementara menurut Lutfi Hamid, Pembina Klub SGS Elektrik Bandung, tempat Taufik Hidayat bernaung, menyatakan bahwa apa yang dilakukan anak didiknya itu pantas diberi apresiasi tinggi. Dengan pembangunan Taufik Hidayat Arena ini paling tidak sumber pemain untuk kelak ditarik ke Pelatnas Cipayung akan makin bervariasi lagi.
“Lewat Taufik Hidayat Arena ini paling tidak akan makin mempercepat proses regenerasi pemain yang belakangan ini terasa seret. Melalui ajang ini juga akan makin meningkatkan prestasi atlet-atlet muda untuk disumbangkan kepada Pelatans Cipayung,” ujar Lutfi.
Mendidik Pemain Muda
Menurut Taufik, akademi ini kelak akan membina pemain muda dari mana saja. Sifatnya bukan seperti klub, tetapi lebih terbuka untuk menampung pemain-pemain muda yang ingin secara khusus meningkatkan kemampuan. Mereka ini akan diberi pelatihan khusus oleh tim pelatih berpengalaman. Pelatih Taufik selama ini, Mulyo Handoyo, ditunjuk sebagai ketua tim pelatih. Mereka ini akan dibantu pelatih Heriawan dan Santoso, mantan pemain nasional.
Selain itu, para pemain cilik yang berusia antara 9-12 tahun itu tak hanya dilatih. Mereka ini juga akan diberi kesempatan untuk dikirim ke berbagai turnamen di dalam negeri.
“Kita akan mengirim mereka ke berbagai turnamen di dalam negeri untuk memberikan pengalaman bertanding dan mengukur seberapa jauh kemampuannya setelah berlatih bersama di Taufik Hidayat Arena ini,” sebut Taufik.
Selain itu, tidak tertutup kemungkinan pemain-pemain dari negara asing untuk ikut berlatih. Tercatat, pemain berasal dari Rep Ceko, Cina, Malaysia, Kanada, Jepang, dan Meksiko telah berlatih dalam program pelatihan yang diterapkan Taufik bersama dengan tim pelatih yang dipimpin Mulyo Handoyo.
Menyangkut sumber dana pembangunan arena ini, Taufik tidak mau menyebut berapa dana yang harus dikeluarkan. Yang jelas, sumber pembiayaan pembangunan itu di antaranya berasal dari koceknya sendiri. Taufik menyebut berusaha menyisihkan sebagian penghasilan yang didapat sejak berkarier sebagai pemain bulu tangkis.
“Sumber dana pembangunan Taufik Hidayat Arena itu berasal dari kocek saya sendiri. Saya sisihkan dari penghasilan sebagai pemain,” akunya.
Hanya, dia merasa beruntung karena banyak didukung kenalan dan kolega. Developer perumahan, Alam Sutra, disebutnya sangat membantu terwujudkanya akademi ini. Juga perusahaan peralatan olahraga Yonex, yang selama ini mengontraknya.
Untuk mewujudkan impian di atas, berbagai perencanaan terus dilakukan Taufik. Dalam waktu senggang, di antara kesibukan berlatih dan bertanding, dia turut terlibat dalam pemilihan lokasi serta tim arsitektur perencana, yaitu Urbane Indonesia.
Urbane Indonesia dipimpin Ir. Ridwan Kamil memiliki andil di balik perencanaan berbagai gedung ternama di Tanah Air, seperti Museum Tsunami di Aceh, Gedung WWF dan Rasuna Epicentrum di Jakarta. Tim perencana ini memahami betul apa yang diinginkan Taufik dalam pembangunan Taufik Hidayat Arena ini.
“Tim kami terilhami oleh permainan bulu tangkis itu sendiri yang dinamis dan tanpa henti. Disain gedung tersebut juga merefleksikan dinamisnya olahraga bulu tangkis dengan façade bersimbol infinity,” ucap Kamil.
**Untuk informasi lebih lanjut silahkan Follow twitter kami di @TH_Arena or @THLovers_1 **
Kamis, 09 Desember 2010
Dedikasi Taufik Hidayat Untuk Dunia Perbulutangkisan Indonesia
Diposting oleh Maria Benita Agustine di 18.40 0 komentar
Langganan:
Postingan (Atom)